Minggu, 09 Maret 2014

Cucak Kuning

Cucak kuning (Pycnonotus melanicterus) adalah nama sejenis burung pengicau dari suku Pycnonotidae. Burung ini juga dikenal umum sebagai kutilang emas, pecampeor (Sd.) atau tempuruk kunyit (Mly.). Nama ilmiahnya adalah Pycnonotus melanicterus (Gmelin, 1789). Sementara dalam bahasa Inggris disebut Black-crested Bulbul, merujuk pada jambulnya yang hitam. Cucak kuning diketahui mengalami penurunan spesies.
Cucak kuning adalah jenis cucak-cucakan yang memiliki kepala hitam dan merah pada tenggorokan -kecuali subspesies yang terdapat di Kalimantan, P.m. montis yang berwarna kuning. Kicauannya nyaring, ribut, indah, "hii-tii-hii-tii-wiit" dengan nada terakhir turun, dan "tee-tee-wheet-wheet", "whit-wheet-wit" dan campuran kombinasi antara kedua bunyi tersebut. Bisa juga berbunyi "whee-whee, whee-whee" dengan nada yang naik-turun. Memiliki perbedaan dengan cucak kuricang, bulu yang lebih panjang, perutnya yang berwarna kuning dan matanya berwarna putih. Sedangkan, warna bulu cucak kuricang kuning zaitun dan lebih sedikit. Tersebar luas di India, Cina, hingga Indonesia. Ditemui dari 0-500 mdpl.
Ditemukan di hutan hujan, perbukitan dan dataran rendah. Memakan tetumbuhan, serangga, dan berkumpul dalam kelompok kecil. Apabila marah, cucak kuning akan menegakkan jambul. Telur berjumlah 2, dilekatkan di sarang laba-laba, diletakkan di ujung percabangan. Berkembang biak pada bulan Agustus. Sering dijadikan untuk memasterkan burung murai batu. Di Lampung, biodiversitas spesies ini terganggu karena adanya perkebunan kopi ilegal.
Spesies ini memiliki ras yang memiliki tenggorokan merah dispar yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Bali. Namun, ras Kalimantan yang bertenggorokan kuning, montis tersebar di Kalimantan. Beberapa pakar burung seperti Rasmussen & Anderson (2005) memperlakukan bentuk tenggorokan merah secara terpisah sebagai spesies tersendiri cucak delima (Pycnonotus dispar), sedangkan tenggorokan kuning sebagai Pycnonotus montis. Mata dari kedua spesies ini merah dan merah-kehitaman. Kemudian, ujung ekor kedua spesies tersebut berwarna sedikit pucat dan "tawar". Kemudian, Rasmussen & Anderson (2005) juga membagi spesies yang disebut Pycnonotus melanicterus ini menjadi 5 kelompok, seperti P. flavisentris, P. gularis, P. dispar, dan juga P. montis. Ia dibagi berdasarkan warna mata, tenggorokan, warna ekor dan bulu, keterangan warna, dan perilaku.
Agak pemalu, menyukai kerimbunan daun dan pepohonan tinggi di pinggir hutan dan hutan sekunder. Kadang-kadang memakan serangga, tetapi biasanya rajin mencari buah-buahan.Ia juga memakan tetumbuhan dari genus Ficus spp., tembelekan (Lantana camara), Dendrocnide spp., dan juga lampeni (Ardisia spp.). Ia selain memakan tetumbuhan, ia juga memakan serangga Hymenoptera, Isoptera, dan juga larva serangga. Kalau makan, kadang-kadang ia bergabung bersama jenis cucak atau kutilang lain.Cucak kuning bergabung dalam kelompok kecil, biasa berjumlah 4-5 ekor. Apabila marah, ia akan menegakkan jambul .Ia juga menyinggahi bunga dari Woodfordia floribunda. Ditemukan, bahwa cucak kuning mengunjungi bunga dari tumbuhan ini. Biasanya, cucak kuning ditemukan di percabangan tumbuhan ini untuk mencari nektar.
Sarang cucak kuning dilaporkan besar, bentuknya seperti cawan rapi yang mendalam dan terdapat pada ujung tunggul pohon yang kecil atau pada dahan bercabang dan terbuat dari rumput dan direkatkan pada jaring laba-laba. Telurnya berjumlah dua dan berwarna putih-kemerahan, seperti warna tanah dan berbintik banyak.Cucak kuning berkembangbiak pada bulan Agustus.Sementara di Sailan, cucak kuning berkembang biak pada bulan Januari dan Mei. Dilaporkan, ia bertelur setiap bulan dari Januari-Mei.Pada contoh sarang lain, diketahui sarangnya juga terbuat dari dedaunan kering dan dasar sarang dari tangkai daun.
Kutilang emas dapat dijadikan burung master yang favorit untuk murai batu. Kicauannya yang indah dan sedikit monoton menjadikan ia dapat ditiru murai batu. Adapun suara yang dimaksud adalah bunyi "kristal" dan "tembakan-tembakan". Di habitatnya yang asli, cucak kuning ini adalah salah-satu burung yang rajin berkicau dan dapat merangsang murai batu untuk berkicau.
Sayangnya, burung ini hanya dijadikan penghias rumah. Adapun Jawa Barat dan Jakarta jarang ada lomba cucak-cucakan atau ketilang. Selain itu, burung ini juga kurang diminati. Oleh sebab itu, harganya tidak sebaik burung lainnya

ads

Ditulis Oleh : Arkenzy Hari: 01.13 Kategori:

0 komentar: